Production System

Just another Production System weblog

Sudah lama tidak nulis disini

Posted by andresugiyono on September 12, 2009

lama sekali tidak menulis di blog ini, sudah satu tahun sejak terakhir posting…

Maaf beberapa comment teman-teman semua belum sempat saya balas semua…

Tahun 2009 ini saya kembali melanjutkan studi saya S3 di bidang Teknik Industri pada salah satu universitas technology di Australia yaitu Swinburne University of Technology.  Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan ini atas support institusi tempat saya mengabdi yaitu Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) dan program beasiswa luar negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Depdiknas RI tahun 2009.

Tidak terasa juga 1 semester telah berlalu, dan saat ini sudah memasuki semester yang kedua.  Saya mengambil Topic Riset untuk Dissertasi saya yaitu tentang pemanfaatan Group dan Modular Technology untuk merancang tata letak (layout) di Terminal Peti Kemas.  Selama ini Group Technology (GT) lebih banyak digunakan untuk mendesain tata letak fasilitas yang berada di lantai produksi atau lebih dikenal dengan Cellular Manufacturing System (CMS). Berbeda dengan pemanfaatan GT pada layout design di Container Terminal System (CTS), GT hanya digunakan sebagai alat untuk mencari letak (posisi) container yang tepat pada saat proses penempatan.  Sedangkan proses selanjutnya akan diteruskan oleh Modular Technology.  System Modular dikembangkan awal tahun 2000 oleh beberapa ahli Teknik Industri dari Ohio State University, Amerika.  System ini merupakan system hybrid atau gabungan diantara beberapa skema proses tata letak fasilitas yang sebelumnya sudah ada, termasuk GT. Ide saya adalah memanfaatkan kedua technology ini pada CTS.

Insyaallah pada akhir bulan ini (27-30 September 2009) saya akan mempresentasikan ide ini pada The 5th International Intellegence Logistics System Conference yang diselenggarakan oleh The Australian Society for Operational Research (ASOR) di GoldCoast.

Berikut ini profil student saya di SwinTech :  http://www.swin.edu.au/feis/staff/andre-sugiyono/

Posted in Uncategorized | 5 Comments »

TEKNIK INDUSTRI UNISSULA TERBAIK DI JAWA TENGAH

Posted by andresugiyono on August 13, 2008

Oleh : Andre Sugiyono

Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UNISSULA memiliki Ijin dari DIKTI yaitu melalui SK. Dirjen Dikti No. 294/Dikti/Kep/2000 dengan bidang peminatan :
- Sistem Manufaktur
- Manajemen Industri

Berdasarkan nilai akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Jurusan Teknik Industri UNISSULA mendapatkan status Akreditasi peringkat B seperti tertuang pada Surat Keputusan BAN-PT Nomor 32/BAN-PT/Ak-X/S1/I/2008.

Kalau Dilihat berdasarkan Skor, Teknik Industri UNISSULA berada di Rangking pertama dengan Skor : 312 (Sumber : www.ban-pt.or.id/direktori_ps/id_qry-akred-ps.php). Berada diatas TI UNDIP maupun TI UNS. Hal ini Menjadikan TI UNISSULA merupakan Jurusan Teknik Industri Terbaik Di Jawa Tengah. Semoga ini menjadikan Jurusan Teknik Industri UNISSULA Istiqomah didalam membangun generasi terbaik yaitu Generasi Khoirra Ummah.

Posted in Uncategorized | Comments Off

FORECASTING

Posted by andresugiyono on June 12, 2008

LAMA NGGAK NULIS NEEH… AKHIRNYA ADA WAKTU JUGA UNTUK POSTING…

MARI KITA LANJUTKAN TENTANG PEMBAHASAN SISTEM PRODUKSI-NYA.. KEBETULAN SEMESTER INI SEDANG MENGAMPU MATA KULIAH PPIC..MAKA BELAJARNYA KITA FOKUSKAN KE PPIC YAH…

Oleh  : Andre Sugiyono    andre sugiyono

TAHAPAN PERTAMA DALAM PROSES PPIC ADALAH MENGENAI DEMAND MANAGEMENT. SALAH SATU ALAT DIDALAM PENGELOLAAN PERMINTAAN ADALAH FORECASTING (PERAMALAN)

Peramalan adalah suatu proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasa

Dalam dunia bisnis, peramalan merupakan dasar bagi perencanaan kapasitas, anggaran, perencanaan penjualan, perencanaan produksi dan inventory, perencanaan sumberdaya, perencanaan pembelian atau pengadaan bahan baku, dan sebagainya

Teknik-teknik Peramalan

1.Regresi Linier Sederhana

Bentuk regresi yang paling sederhana dan sering digunakan meliputi hubungan linier antara dua variabel. Tujuan regresi linier adalah untuk memperoleh sebuah persamaan garis lurus yang akan meminimasi jumlah bias vertikal dari titik-titik yang terobservasi dengan garis lurus yang terbentuk.

Metode yang dipakai untuk mendapatkan persamaan tersebut disebut least squares, dan persamaan yang terbentuk adalah

y = a + bx

Dimana, y = Variabel tergantung (dependen)

x = Variabel bebas (independen)

b = Slope

a = Konstanta (nilai y pada saat x = 0)

Besarnya koefisien a dan b dihitung berdasarkan persamaan :

atau

Diketahui n : Jumlah data hasil observasi

Keakuratan perkiraan regresi tergantung pada biasan data sampel disekitar garis, semakin besar luasannya semakin kecil keakuratan perkiraannya.

Besarnya kiaasan dapat dihitung berdasarkan perkiraan satandar kesalahan se, sebagai berikut :

2. Simple Average

Metode simple average merupakan metode yang sesuai digunakan jika data yang tersedia tidak mengandung unsur trend dan faktor musiman. Secara sederhana metode ini menghitung rataan dari data yang tersedia sejumlah n, mengikuti persamaan berikut :

Fi+1 = Σ Ai / N

Dimana : Fi+1 : Peramalan untuk period eke i + 1

Ai : Nilai actual tahun ke – i

N : Banyaknya data

3. Moving Average

Peramalan dengan teknik moving average melakukan perhitungan terhadap nilai data yang paling baru sedangkan data yang lama akan dihapus. Nilai rata-rata dihitung berdasarkan jumlah data, yang angka rata-rata bergeraknya ditentukan dari harga 1 sampai N data yang dimiliki. Peramalan dengan teknik moving average dapat dihitung menggunakan persamaan berikut :

MAn = Σ Ai / n

Dimana : i : Banyak data (1,2,3……N)

n : angka periode rata-rata bergerak

Ai : nilai actual tahun ke – i

4. Weighted Moving Average

Metode ini mirip dengan metode moving average, hanya saja diperlukan pembobotan untuk data paling baru dari deret berkala. Sebagai contoh data yang paling baru ditentukan bobotnya sebesar 0.4, data terbaru berikutnya berbobot 0.3, kemudian berturut-turut 0.2 dan terakhir 0.1. Dan perlu diingat bahwa jumlah bobot yang diberikan harus sama dengan 1.00. Dan bobot terberat diberikan pada data yang terbaru.

5. Centered Moving Average

Perhitungan yang digunakan pada metode ini sama dengan metode moving average. Hanya saja hasil perhitungannya diletakkan pada pertengahan periode yang digunakan untuk menghitung nilai rata-ratanya.

6. Eksponential Smoothing

Metode ini menggunakan prinsip yang sama dengan teknik moving average, hanya saja eksponensial smoothing memerlukan perhitungan yang lebih sedikit, tidak memerlukan data histories dalam jangka waktu yang lama melainkan hanya data terbaru yang dipakai untuk menghitung peramalannya.

Karakteristik smoothing dikendalikan dengan menggunakan factor smoothing α , yang bernilai antara 0 sampai dengan 1. Fungsi factor ini adalah untuk memberikan penekanan yang lebih terhadap data yang paling baru. Setiap peramalan yang baru berdasarkan pada hasil peramalan sebelumnya ditambah dengan suatu prosentase perbedaan antara peramalan dengan nilai aktualnya pada saat tersebut. Dengan demikian :

Ft = Ft-1 + α ( At-1 – Ft-1 )

Dimana : Ft : Peramalan periode ke-t

Ft-1 : Peramalan periode ke t-1

α : Konstanta smoothing

At-1 : Permintaan aktual atau penjualan untuk

periode t-1

7. Winter’s

Metode winter’s merupakan metode peramalan yang sering dipilih untuk menangani data permintaan yang mengandung baik variasi musiman maupun unsur trend. Metode ini mengolah tiga asumsi untuk modelnya : unsur konstan, unsur trend dan unsur musiman.

Ketiga komponen diatas secara kontinyu diperbarui menggunakan konstanta smoothing yang diterapkan pada data terbaru dan estimasi yang paling akhir.

Metode winter’s menggunakan model Trend Hold, yang dimulai dengan estimasi trend yang biasa :

Tt = β ( Ft – Ft-1 ) + ( 1 – β ) Tt-1

Dimana : Tt : estimasi nilai trend pada periode t

β : konstanta smoothing unsur trend

Ft : rata-rata eksponensial pada periode t

8. Single Eksponential Smoothing

Peramalan single eksponensial smoothing dihitung berdasarkan hasil peramalan ditambah dengan peramalan periode sebelumnya. Jadi, kesalahan peramalan sebelumnya digunakan untuk mengoreksi peramalan berikutnya.

Persamaannya adalah :

Ft = αAt + ( 1-α ) F ( t-1 )

9. Eksponential Smoothing With Linear Trend

Persamaannya adalah :

Ft = αAt + ( 1-α ) F ( t-1 ) + T ( t-1 )

Posted in Uncategorized | 11 Comments »

Bill of Material (BOM)

Posted by andresugiyono on May 25, 2007

Oleh : Andre Sugiyono

Setelah penyusunan Jadwal induk produksi (MPS) dan telah divalidasi melalui RCCP, maka tahapan selanjutnya didalam PPIC adalah penyusunan Perencanaan kebutuhan material (MRP). Didalam MRP sendiri dibutuhkan input informasi mengenai struktur produk (Bill of Material). Tulisan ini akan membahas mengenai BOM.

Bill of Material Merupakan daftar dari semua material, parts, dan subassemblies, serta kuantitas dari msing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk atau parent assembly. BOM juga menggambarkan cara komponen-komponen bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufakturing. MRP menggunakan BOM sebagai basis untuk perhitungan banyaknya setiap material yang dibutuhkan untuk setiap periode waktu.

Contoh BOM :

bom.JPG

Posted in Uncategorized | 19 Comments »

ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP)

Posted by andresugiyono on May 8, 2007

Oleh : Andre Sugiyono

RCCP dapat didefinisikan sebagai proses konversi dari Rencana Produksi dan atau MPS ke dalam kebutuhan kapasitas yang berkaitan dengan sumber – sumber daya kritis, seperti : tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas gudang, kapabilitas pemasok material dan parts, dan sumber daya keuangan.RCCP ditampilkan dalam suatu diagram yang dikenal sebagi Load Profile untuk menggambarkan kapasitas yang dibutuhkan versus kapasitas yang tersedia.Load Profile didefinisikan sebagai tampilan dari kebutuhan kapasitas di waktu mendatang berdasarkan pesanan-pesanan yang direncaanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu periode waktu tertentu.

Contoh Load Profile :

clp.JPG

Validasi pada RCCP dikatakan layak apabila kapasitas yang dibutuhkan semuanya dapat dipenuhi oleh kapasitas tersedia.

Untuk penjelasan lebih lanjut bisa didonlot disini : bab006-rccp.pdf

Posted in Uncategorized | 6 Comments »

Master Production Schedule (MPS)

Posted by andresugiyono on May 8, 2007

Oleh : Andre Sugiyono 

Master Production Scheduling menguraikan Rencana Produksi (Agregat Planning) untuk menunjukan kuantitas produksi akhir yang akan diproduksi untuk setiap periode waktu (biasanya mingguan) sepanjang horizon perencanaan taktis. Master Scheduling menjadwalkan kuantitas spesifik dari produksi akhir (disagregasi) dalam periode waktu spesifik.

Penjadwalan produksi induk pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas melakukan empat fungsi utama :

§          Menyediakan input utama kepada sitem perencanaan kebutuhan material dan kapasitas (material and capacity requirement planning/MCRP).

§          Menjadwalkan pesanan-pesanan produksi dan pembelian untuk item-item MPS.

§          Memberikan landasan untuk penentuan kebutuhan sumber daya dan kapasitas.

§          Memberikan basis untuk pembuatan janji tentang penyerahan produk kepada pelanggan

Format MPS :

mps.JPG

 

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan didonlot presentasinya : bab005-mps.pdf

Posted in Uncategorized | 3 Comments »

Resources Requirement Planning (RRP)

Posted by andresugiyono on April 13, 2007

Oleh : Andre Sugiyono

Resources Req Planning (RRP) merupakan perencanaan kebutuhan sumberdaya produksi dengan melihat sumberdaya yang dimiliki terhadap sumberdaya yang dibutuhkan hasil dari perencanaan produksi yang telah dibuat. Atau dengan kata lain, RRP merupakan validasi dari perencanaan produksi, apakah perencanaan produksi yang teh disusun realistis atau tidak.

Langkah penyusunan RRP :

  • Tentukan Sumber daya kritis apa yang akan diukur. misal : labor-hours, number of workforce, total production cost, etc.
  • Hitung Kebutuhan Sumber daya dengan melihat rencana produksi yang telah disusun.
  • Tentukan Bill of Resources yang ada.
  • Bandingkan antara sumberdaya yang dibutuhkan terhadap sumberdaya yang tersedia.
  • Apabila terjadi kekurangan sumberdaya, lakukan partnership meeting untuk menentukan langkah yang harus diambil perusahaan.

File presentasi bisa didonlod disini :bab004-rrp.pdf

Posted in Uncategorized | No Comments »

PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT

Posted by andresugiyono on April 4, 2007

Oleh : Andre Sugiyono 

Pada dasarnya perencanaan produksi agregat  merupakan suatu proses penetapan tingkat output/kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi.

Beberapa fungsi perencanaan agregat yaitu :

1.       Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan

2.       Alat ukur performansi proses perencanaan produksi

3.       Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi

4.       Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian

5.       Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target dan membuat penyesuaian

6.       Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induk produksi.

Untuk lebih jelasnya silahkan didonlod disini :bab003-agregate-planning.pdf

Posted in Uncategorized | 11 Comments »

DEMAND MANAGEMENT(FORECASTING)

Posted by andresugiyono on March 8, 2007

Oleh : Andre Sugiyono

Perencanaan merupakan bagian integral aktivitas pengambilan keputusan. Pada kondisi yang tidak menentu sulit bagi kita untuk menentukan suatu perencanaan yang efektif. Peramalan (forecast) dapat membantu para manajer untuk mengurangi ketidakpastian dalam melakukan perencanaan.  Peramalan adalah suatu proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasaDalam dunia bisnis, peramalan merupakan dasar bagi   perencanaan kapasitas, anggaran, perencanaan penjualan, perencanaan produksi dan inventory, perencanaan sumberdaya, perencanaan pembelian atau pengadaan bahan baku, dan sebagainya.Materi PPIC Bab 2 Forecasting :bab002-forecasting.pdf

Posted in Uncategorized | 5 Comments »

PENGANTAR PPIC

Posted by andresugiyono on March 8, 2007

Oleh : Andre Sugiyono 

Organisasi industri merupakan salah satu mata rantai dari sistem perekonomian, karena ia memproduksi dan mendistribusikan produk. Produksi merupakan fungsi pokok dalam setiap organisasi, yang mencakup aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap organisasi industri.      Produksi adalah bidang yang terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi, dimana produksi memiliki suatu jalinan hubungan timbal balik (dua arah) yang sangat erat dengan teknologi. Produksi dan teknologi saling membutuhkan. Kebutuhan produksi untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah, meningkatkan kualitas dan produktivitas, dan menciptakan produk baru telah menjadi kekuatan yang mendorong teknologi untuk melakukan berbagai terobosan dan penemuan baru.      Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen struktural dan fungsional. Dalam sistem produksi modern terjadi suatu proses transformasi nilai tambah yang mengubah input menjadi output yang dapat dijual dengan harga kompetitif di pasar. Proses transformasi nilai tambah dari input menjadi output dalam sistem produksi modern selalu melibatkan komponen struktural dan fungsional. Sistem produksi memiliki beberapa karakteristik berikut :·        Mempunyai komponen-komponen atau elemen-elemen yang saling berkaitan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Hal ini berkaitan dengan komponen struktural yang membangun sistem produksi tersebut.·        Mempunyai tujuan yang mendasari keberadaannya, yaitu menghasilkan produk berkualitas yang dapat dijual dengan harga kompetitif di pasar.·        Mempunyai aktivitas berupa proses transformasi nilai tambah input menjadi output secara efektif dan efisien.

·        Mempunyai mekanisme yang mengendalikan pengoperasiannya, berupa optimalisasi pengalokasian sumber-sumber daya.

Materi Bab 1 : bab001-konsep-dasar-produksi.pdf

Posted in Uncategorized | 11 Comments »