oleh : Andre Sugiyono
Bond Energy Algorithm (BEA) diperkenalkan pertama kali oleh Mc Cormick, Schweitzer dan White (1972) untuk mengidentifikasi dan membentuk pengelompokan atau pengklasteran variable-variabel data yang memiliki urutan kompleks. Fungsi dari teknik ini kemudian digunakan sebagai alat untuk mengelompokkan mesin-komponen didalam perancangan tata letak fasilitas.
Metode ini menghitung ukuran efektifitas / measure of effectiveness (ME) yang dimiliki oleh sebuah susunan matrik komponen mesin. Matrik awal akan memiliki ME yang besar jika dibandingkan dengan urutan baris dan kolom yang sama dari data yang telah diurutkan.
Dalam proses penentuan urutan mesin dan komponen dilakukan perhitungan ME dan diambil nilai ME yang terbesar dan nilai tersebut dipergunakan sebagai dasar perhitungan ME pada tahap selanjutnya.Setiap tahap akan dilakukan perhitungan ME sebanyak permutasi yang terjadi. Untuk memperoleh nilai ME yang optimal dilakukan melalui dua tahap,
pertama, mencari permutasi kolom baris yang optimal.
kedua, menjumlahkan masing-masing ME dari baris dan kolom yang optimal tersebut.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment