Posted by andresugiyono on 25th May 2007
Oleh : Andre Sugiyono
Setelah penyusunan Jadwal induk produksi (MPS) dan telah divalidasi melalui RCCP, maka tahapan selanjutnya didalam PPIC adalah penyusunan Perencanaan kebutuhan material (MRP). Didalam MRP sendiri dibutuhkan input informasi mengenai struktur produk (Bill of Material). Tulisan ini akan membahas mengenai BOM.
Bill of Material Merupakan daftar dari semua material, parts, dan subassemblies, serta kuantitas dari msing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk atau parent assembly. BOM juga menggambarkan cara komponen-komponen bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufakturing. MRP menggunakan BOM sebagai basis untuk perhitungan banyaknya setiap material yang dibutuhkan untuk setiap periode waktu.
Contoh BOM :

Posted in Uncategorized | 5 Comments »
Posted by andresugiyono on 8th May 2007
Oleh : Andre Sugiyono
RCCP dapat didefinisikan sebagai proses konversi dari Rencana Produksi dan atau MPS ke dalam kebutuhan kapasitas yang berkaitan dengan sumber – sumber daya kritis, seperti : tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas gudang, kapabilitas pemasok material dan parts, dan sumber daya keuangan.RCCP ditampilkan dalam suatu diagram yang dikenal sebagi Load Profile untuk menggambarkan kapasitas yang dibutuhkan versus kapasitas yang tersedia.Load Profile didefinisikan sebagai tampilan dari kebutuhan kapasitas di waktu mendatang berdasarkan pesanan-pesanan yang direncaanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu periode waktu tertentu.
Contoh Load Profile :

Validasi pada RCCP dikatakan layak apabila kapasitas yang dibutuhkan semuanya dapat dipenuhi oleh kapasitas tersedia.
Untuk penjelasan lebih lanjut bisa didonlot disini : bab006-rccp.pdf
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
Posted by andresugiyono on 8th May 2007
Oleh : Andre Sugiyono
Master Production Scheduling menguraikan Rencana Produksi (Agregat Planning) untuk menunjukan kuantitas produksi akhir yang akan diproduksi untuk setiap periode waktu (biasanya mingguan) sepanjang horizon perencanaan taktis. Master Scheduling menjadwalkan kuantitas spesifik dari produksi akhir (disagregasi) dalam periode waktu spesifik.
Penjadwalan produksi induk pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas melakukan empat fungsi utama :
§ Menyediakan input utama kepada sitem perencanaan kebutuhan material dan kapasitas (material and capacity requirement planning/MCRP).
§ Menjadwalkan pesanan-pesanan produksi dan pembelian untuk item-item MPS.
§ Memberikan landasan untuk penentuan kebutuhan sumber daya dan kapasitas.
§ Memberikan basis untuk pembuatan janji tentang penyerahan produk kepada pelanggan
Format MPS :

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan didonlot presentasinya : bab005-mps.pdf
Posted in Uncategorized | No Comments »